JAKARTA - Tiga hari hilang, Karno (35) ditemukan di Jembatan Kampung Melayu Kecil, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.
Karno dikabarkan belum terevakuasi saat banjir melanda Bukit Duri sejak
Selasa, 15 Januari 2013. Pihak keluarga menduga Karno hanyut terbawa
arus luapan Kali Ciliwung.
Kasubag Humas Polsek Tebet, Aiptu Broto Suarno, mengatakan, warga
sekitar yang pertama kali menemukan jenazah Karno. Karno memang sudah
dicari warga sejak dikabarkan terhanyut tiga hari lalu.
Jenazah ini ditemukan diantara tumpukan sampah tersangkut di jembatan.
Dia ditemukan dalam keadaan membusuk sekira pukul 16.00 WIB.
"Korban ditemukan sudah membiru," kata Broto dikonfirmasi, Jumat (18/1/2013).
Pihak keluarga juga sudah memastikan jenazah ini adalah Karno dari tato
yang ada ditangan kanannya serta ciri-ciri yang sesuai dengan waktu
korban hilang, kaos putih dan celana biru.
Korban kemudian dibawa ke RSCM untuk kepentingan visum dan nantinya akan
diserahkan kembali ke pihak keluarga. Kasus penemuan jenazah ini
ditangani oleh Polsek Tebet.
PENYEBAB TANGGUL LATUHAHARY JEBOL
JAKARTA - Banjir yang menggenangi kawasan Bundaran
Hotel Indonesia (HI) pada Kamis 17 Januari lalu, disebabkan jebolnya
tanggul di Banjir Kanal Barat (BKB) tepatnya di kawasan Jalan
Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat.
Namun, hingga kini belum diketahui penyebab tanggul di Latuharhary tersebut bisa jebol. Padahal, kawasan tanggul di BKB baru saja direvitalisasi pada tahun 2009 lalu.
Menurut Direktur Sungai dan Laut Ditjen Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Pitoyo Subandrio, jebolnya tanggul di Latuharhary disebabkan daerah tersebut merupakan bagian hulu BKB. Sehingga terjangan air paling kuat terjadi disana.
"Nah karena yang palin hulu di Latuharhary, maka limpasan terjadi disana yang paling hulu," kata Pitoyo, kepada wartawan, di Kantor Pusat Komando Penanggulangan Bencana Nasional, di Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Jalan Patimura, Jakarta Selatan, Jumat (18/1/2013).
Selain itu, kata dia, ketinggian tanggul dikawasan Latuharhary juga belum diganti dengan tanggul yang baru. "Disana masih tanggul tanah," jelasnya.
Pitoyo menjelaskan, tanggul Latuharhary yang jebol tersebut segera akan diganti oleh Kemen PU dan saat ini kontrak pekerjaan sudah berjalan.
Proyek tersebut, sambung Pitoyo, tidak hanya memperbaiki tanggul Latuharhary saja yang jebol, melainkan juga ada proyek penambahan satu daun pintu di Pintu Air Karet, Manggarai dan lubang-lubang dipinggirannya serta normalisasi dari BKN dari Manggarai sampai Istiqlal.
"Nantinya Kanal Barat akan mampu dan siap dialiri air hingga 75 meter kubik perdetik," tegasnya.
Namun, hingga kini belum diketahui penyebab tanggul di Latuharhary tersebut bisa jebol. Padahal, kawasan tanggul di BKB baru saja direvitalisasi pada tahun 2009 lalu.
Menurut Direktur Sungai dan Laut Ditjen Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Pitoyo Subandrio, jebolnya tanggul di Latuharhary disebabkan daerah tersebut merupakan bagian hulu BKB. Sehingga terjangan air paling kuat terjadi disana.
"Nah karena yang palin hulu di Latuharhary, maka limpasan terjadi disana yang paling hulu," kata Pitoyo, kepada wartawan, di Kantor Pusat Komando Penanggulangan Bencana Nasional, di Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Jalan Patimura, Jakarta Selatan, Jumat (18/1/2013).
Selain itu, kata dia, ketinggian tanggul dikawasan Latuharhary juga belum diganti dengan tanggul yang baru. "Disana masih tanggul tanah," jelasnya.
Pitoyo menjelaskan, tanggul Latuharhary yang jebol tersebut segera akan diganti oleh Kemen PU dan saat ini kontrak pekerjaan sudah berjalan.
Proyek tersebut, sambung Pitoyo, tidak hanya memperbaiki tanggul Latuharhary saja yang jebol, melainkan juga ada proyek penambahan satu daun pintu di Pintu Air Karet, Manggarai dan lubang-lubang dipinggirannya serta normalisasi dari BKN dari Manggarai sampai Istiqlal.
"Nantinya Kanal Barat akan mampu dan siap dialiri air hingga 75 meter kubik perdetik," tegasnya.
BPNB TERKENDALA AIR BERSIH AKIBAT BANJIR
JAKARTA, - Kepala Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif mengatakan, ada dua kendala
yang dihadapi pihaknya saat menangani banjir Jakarta. Kedua kendala itu
adalah ketersediaan air bersih dan toilet umum.
"Saat ini kendala yang ada yakni terkait kebutuhan toilet. Meskipun Kementerian Pekerjaan Umum sendiri telah menyediakan sebanyak 800 unit toilet umum, namun karena di atas aspal, pembuangan limbah toilet sangat sulit," kata kata Maarif dalam jumpa pers di Posko Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat (18/1/2013).
Maarif mengatakan, petugas mengumpulkan limbah toilet, baru kemudian membuangnya. Hal itu, lanjutnya, mengganggu mobilisasi petugas yang masih harus melayani para pengungsi. Sebab, jika limbah toilet tidak segera dibuang, maka hal ini akan menimbulkan kuman penyakit.
"Karena toilet di atas aspal, limbahnya tidak bisa digali. Harus dibuang untuk menjaga toilet tetap higienis," terangnya.
Kendala toilet umum, menurutnya, berdampak pada masalah ketersediaan air bersih. Pengungsi, terangnya, membutuhkan 2.600 meter kubik air bersih itu. Menurutnya, ada 32 unit truk tangki pengangkut air bersih yang sudah dikerahkan.
"Air bersih sangat diperlukan, hanya saja ada kendala perizinan dari PAM. Kita sudah koordinasi agar mobil dapat melayani pengungsi," tandasnya.
"Saat ini kendala yang ada yakni terkait kebutuhan toilet. Meskipun Kementerian Pekerjaan Umum sendiri telah menyediakan sebanyak 800 unit toilet umum, namun karena di atas aspal, pembuangan limbah toilet sangat sulit," kata kata Maarif dalam jumpa pers di Posko Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat (18/1/2013).
Maarif mengatakan, petugas mengumpulkan limbah toilet, baru kemudian membuangnya. Hal itu, lanjutnya, mengganggu mobilisasi petugas yang masih harus melayani para pengungsi. Sebab, jika limbah toilet tidak segera dibuang, maka hal ini akan menimbulkan kuman penyakit.
"Karena toilet di atas aspal, limbahnya tidak bisa digali. Harus dibuang untuk menjaga toilet tetap higienis," terangnya.
Kendala toilet umum, menurutnya, berdampak pada masalah ketersediaan air bersih. Pengungsi, terangnya, membutuhkan 2.600 meter kubik air bersih itu. Menurutnya, ada 32 unit truk tangki pengangkut air bersih yang sudah dikerahkan.
"Air bersih sangat diperlukan, hanya saja ada kendala perizinan dari PAM. Kita sudah koordinasi agar mobil dapat melayani pengungsi," tandasnya.
PLTGU MUARA KARANG TERENDAM BANJIR
JAKARTA, - Luapan air dari banjir besar
di Jakarta menyebabkan sebagian area Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan
Uap (PLTGU) Muara Karang terendam air.
Pembangkit listrik di bagian utara Jakarta tersebut tidak bisa beroperasi optimal. Padahal pembangkit itu merupakan salah satu pembangkit utama yang memasok kebutuhan listrik untuk sebagian wilayah Jakarta.
"Hal ini menyebabkan pasokan listrik ke Jakarta berkurang dan beberapa area terpaksa dipadamkan" kata Direktur Operasi Jawa Bali PLN Ngurah Adnyana, dalam keterangan pers, Jumat (18/1/2013), di Jakarta.
Daerah yang terkena dampak pemadaman akibat tergenangnya PLTGU Muarakarang adalah daerah yang disuplai gardu induk (GI) Budi Kemuliaan dan GI Kebon Sirih. Beberapa unit PLTGU saat ini masih bisa beroperasi dengan total daya mampu sekitar 680 Mega Watt (MW).
Adnyana menyatakan, bagi warga masyarakat yang daerahnya tergenang banjir dimohon agar segera mematikan listrik dengan cara menurunkan posisi mini circuit breaker (MCB) atau sekering di meteran listrik.
"Pastikan posisi sekering tersebut dalam posisi off. Matikan juga semua peralatan listrik dengan mencabut kabel dari stop kontak," ujarnya.
Pembangkit listrik di bagian utara Jakarta tersebut tidak bisa beroperasi optimal. Padahal pembangkit itu merupakan salah satu pembangkit utama yang memasok kebutuhan listrik untuk sebagian wilayah Jakarta.
"Hal ini menyebabkan pasokan listrik ke Jakarta berkurang dan beberapa area terpaksa dipadamkan" kata Direktur Operasi Jawa Bali PLN Ngurah Adnyana, dalam keterangan pers, Jumat (18/1/2013), di Jakarta.
Daerah yang terkena dampak pemadaman akibat tergenangnya PLTGU Muarakarang adalah daerah yang disuplai gardu induk (GI) Budi Kemuliaan dan GI Kebon Sirih. Beberapa unit PLTGU saat ini masih bisa beroperasi dengan total daya mampu sekitar 680 Mega Watt (MW).
Adnyana menyatakan, bagi warga masyarakat yang daerahnya tergenang banjir dimohon agar segera mematikan listrik dengan cara menurunkan posisi mini circuit breaker (MCB) atau sekering di meteran listrik.
"Pastikan posisi sekering tersebut dalam posisi off. Matikan juga semua peralatan listrik dengan mencabut kabel dari stop kontak," ujarnya.
PASANGAN SELINGKUH DIGREBEK POLISI
BINJAI - Pasangan selingkuh ditangkap Unit Narkoba
Polres Binjai saat sedang asyik berpesta sabu-sabu. Pria dan perempuan
yang masing-masing sudah memiliki istri dan suami itu juga melakukan
hubungan seksual.
ES, pria yang sudah memiliki tujuh anak, warga Desa Lau Mulgap, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan Ye, warga Desa Balai Kasih, Kecamatan Kuala, Langkat, ditangkap di sebuah rumah di Pasar Tiga, Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu paket sabu-sabu yang dibeli seharga Rp300 ribu serta satu bong.
Kepada petugas Unit Narkoba Polres Binjai, Ye mengaku khilaf hingga mengecewakan suaminya.
“Aku masih sayang sama suami,” kata Ye, Kamis (17/1/2013)
Kasat Narkoba Polres Binjai, AKP Achiruddin Hasibuan, mengatakan, pasangan selingkuh itu ditangkap polisi berdasarkan laporan warga. Warga curiga akan aktivitas seks dan narkoba di rumah milik teman ES itu.
Keduanya terancam dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara sedikitnya empat tahun. Keduanya juga akan diperiksa terkait perselingkuhan.
ES, pria yang sudah memiliki tujuh anak, warga Desa Lau Mulgap, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan Ye, warga Desa Balai Kasih, Kecamatan Kuala, Langkat, ditangkap di sebuah rumah di Pasar Tiga, Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu paket sabu-sabu yang dibeli seharga Rp300 ribu serta satu bong.
Kepada petugas Unit Narkoba Polres Binjai, Ye mengaku khilaf hingga mengecewakan suaminya.
“Aku masih sayang sama suami,” kata Ye, Kamis (17/1/2013)
Kasat Narkoba Polres Binjai, AKP Achiruddin Hasibuan, mengatakan, pasangan selingkuh itu ditangkap polisi berdasarkan laporan warga. Warga curiga akan aktivitas seks dan narkoba di rumah milik teman ES itu.
Keduanya terancam dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara sedikitnya empat tahun. Keduanya juga akan diperiksa terkait perselingkuhan.
ISTRI ANGGOTA DPR BANTU KORBAN BANJIR
JAKARTA - Kepedulian terhadap para korban banjir terus
mengalir dari berbagai penjuru. Kali ini para istri anggota DPR yang
tergabung dalam Forum Silaturahmi Istri (FSI) FPKB DPR RI, menyalurkan
bantuan kepada para korban banjir.
"Kali ini kita memberikan bantuan ke beberapa tempat yang terkena banjir di ibu kota, seperti di Kalibata, Rawajati, Cawang, dan Pulo Gadung,” kata Ketua FSI Ari Haryati Marwan, Jum'at (18/01/2013).
Pemberian bantuan kepada para korban banjir juga dihadiri Roestini Muhaimin, Ketua Umum DKN Garda Bangsa M Hanif Dhakiri, dan Ketua DPC PKB Jaksel, Jaktim, Jakpus, dan pengurus lainnya.
Bantuan yang diberikan kepada para korban banjir berupa susu bayi, makanan bayi, selimut, biskuit, kopi, teh, baju layak pakai, karpet, dan lain sebagainya. Bantuan disalurkan lewat posko bencana yang dikelola kecamatan dan muspika setempat dengan saksikan oleh para korban banjir.
"Kegiatan ini sebagai komitmen dan tanggung jawab PKB terhadap masyarakat bawah yang sedang dilanda musibah, semoga dengan kegiatan ini PKB mendapat berkah dan manfaat kelak," kata Roestini, istri Muhaimin Iskandar.
“Orang yang lagi kena musibah doanya didengar dan diterima Allah, Insya Allah," imbuhnya.
Di samping memberikan bantuan, rombongan FSI juga menyempatkan berkunjung ke tenda-tenda pengungsi untuk menyapa secara langsung para korban banjir dan mendengar keluh kesahnya.
"Masih banyak kebutuhan yang belum tercukupi dengan bantuan ini, untuk itu mohon kawan-kawan yang ingin membantu, mereka akan senang hati menerimanya" ujar Ari Haryati sebelum meninggalkan lokasi pengungsian.
"Kali ini kita memberikan bantuan ke beberapa tempat yang terkena banjir di ibu kota, seperti di Kalibata, Rawajati, Cawang, dan Pulo Gadung,” kata Ketua FSI Ari Haryati Marwan, Jum'at (18/01/2013).
Pemberian bantuan kepada para korban banjir juga dihadiri Roestini Muhaimin, Ketua Umum DKN Garda Bangsa M Hanif Dhakiri, dan Ketua DPC PKB Jaksel, Jaktim, Jakpus, dan pengurus lainnya.
Bantuan yang diberikan kepada para korban banjir berupa susu bayi, makanan bayi, selimut, biskuit, kopi, teh, baju layak pakai, karpet, dan lain sebagainya. Bantuan disalurkan lewat posko bencana yang dikelola kecamatan dan muspika setempat dengan saksikan oleh para korban banjir.
"Kegiatan ini sebagai komitmen dan tanggung jawab PKB terhadap masyarakat bawah yang sedang dilanda musibah, semoga dengan kegiatan ini PKB mendapat berkah dan manfaat kelak," kata Roestini, istri Muhaimin Iskandar.
“Orang yang lagi kena musibah doanya didengar dan diterima Allah, Insya Allah," imbuhnya.
Di samping memberikan bantuan, rombongan FSI juga menyempatkan berkunjung ke tenda-tenda pengungsi untuk menyapa secara langsung para korban banjir dan mendengar keluh kesahnya.
"Masih banyak kebutuhan yang belum tercukupi dengan bantuan ini, untuk itu mohon kawan-kawan yang ingin membantu, mereka akan senang hati menerimanya" ujar Ari Haryati sebelum meninggalkan lokasi pengungsian.
SATU KELUARGA TEWAS AKIBAT BANJIR
SEMARANG- Seorang ayah beserta tiga anaknya tewas
bersamaan akibat akibat banjir di Semarang, Jawa Tengah. Diduga keempat
korban tewas akibat tersengat aliran listrik yang merambat melalui
genangan banjir di rumahnya.
Para korban tewas yakni, Agus Susanto (50), dan tiga anaknya, Regina (18), Nicolas (12) dan Alexandro (10). Mereka merupakan warga Perumahan Muktoharjo Indah Jalan Murtigraha B-12 RT 05/15, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.
Seorang saksi kejadian, Rico Hastono (19), menemukan korban tergeletak di dalam rumah, Rabu 16 Januari malam. Pintu rumah terkunci, sementara sejumlah lampu menyala.
"Saya hanya berani menengok dari jendela dan saya melihat mereka sudah tergeletak di dalam rumah. Spontan, saya minta tolong Pak RT dan warga untuk mendobrak pintu," kata Rico, yang merupakan pacar Regina.
Rico mengaku terakhir menghubungi korban Rabu pagi sekira pukul 10.00 WIB. Dia juga sempat meminta Regina mengungsi
Ketua RT 05/15, Budi Hastono, lalu mendobrak pintu rumah korban bersama sejumlah warga. Mereka menemukan para korban tergeletak di tempat terpisah.
Korban Agus tergeletak di lantai depan lemari es bersama Nicolas, Regina di atas kursi, sementara Alexandro tergeletak di samping kursi.
Para korban tewas yakni, Agus Susanto (50), dan tiga anaknya, Regina (18), Nicolas (12) dan Alexandro (10). Mereka merupakan warga Perumahan Muktoharjo Indah Jalan Murtigraha B-12 RT 05/15, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.
Seorang saksi kejadian, Rico Hastono (19), menemukan korban tergeletak di dalam rumah, Rabu 16 Januari malam. Pintu rumah terkunci, sementara sejumlah lampu menyala.
"Saya hanya berani menengok dari jendela dan saya melihat mereka sudah tergeletak di dalam rumah. Spontan, saya minta tolong Pak RT dan warga untuk mendobrak pintu," kata Rico, yang merupakan pacar Regina.
Rico mengaku terakhir menghubungi korban Rabu pagi sekira pukul 10.00 WIB. Dia juga sempat meminta Regina mengungsi
Ketua RT 05/15, Budi Hastono, lalu mendobrak pintu rumah korban bersama sejumlah warga. Mereka menemukan para korban tergeletak di tempat terpisah.
Korban Agus tergeletak di lantai depan lemari es bersama Nicolas, Regina di atas kursi, sementara Alexandro tergeletak di samping kursi.
"Ada bercak di darah di tubuh korban Agus," kata Budi Hastono.
Warga mengatakan, banjir menggenang di kawasan tersebut sejak dua hari terakhir. Korban Agus, yang diketahui seorang pegawai bank itu, sudah beberapa hari ini tidak terlihat.
Kapolsek Pedurungan, Kompol Yudhi Arto Wiyono, di lokasi mengatakan, masih menyelidiki kejadian itu.
"Kami masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban," kata Kapolsek.
Guna penyelidikan, jasad keempat korban dibawa ke kamar mayat RSUP Dr Kariadi untuk divisum.
Warga mengatakan, banjir menggenang di kawasan tersebut sejak dua hari terakhir. Korban Agus, yang diketahui seorang pegawai bank itu, sudah beberapa hari ini tidak terlihat.
Kapolsek Pedurungan, Kompol Yudhi Arto Wiyono, di lokasi mengatakan, masih menyelidiki kejadian itu.
"Kami masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban," kata Kapolsek.
Guna penyelidikan, jasad keempat korban dibawa ke kamar mayat RSUP Dr Kariadi untuk divisum.
Langganan:
Postingan (Atom)












